BAB l 
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah 

Sistem saraf merupakan sistem koordinasi (pengaturan tubuh) berupa penghantaran impul saraf ke susunan saraf pusat, pemrosesan impul saraf dan perintah untuk memberi tanggapan rangsangan. Unit terkecil pelaksanaan kerja sistem saraf adalah sel saraf atau neuron.      

Cara Kerja Sistem Saraf
           
Pada sistem saraf ada bagian-bagian yang disebut :
    
a. Reseptor : alat untuk menerima rangsang biasanya berupa alat indra
         
b. Efektor : alat untuk menanggapi rangsang berupa otot dan kelenjar

c. Sel Saraf Sensoris : serabut saraf yang membawa rangsang ke otak

d. Sel saraf Motorik : serabut saraf yang membawa rangsang dari otak
         
e. Sel Saraf Konektor : sel saraf motorik atau sel saraf satu dengan sel saraf lain.
     
Skema terjadinya gerak sadar
   
 Rangsang -reseptor – sel saraf sensorik – otak-sel saraf motorik-efektor- tanggapan
Sistem Hormon Hormon merupakan salah satu sistem koordinasi di dalam tubuh dengan menggunakan cairan yang diedarkan oleh pembuluh darah. Dengan menggunakan hormon rangsang lebih lambat diberi tanggapan. Satu kelebihan koordinasi menggunakan hormon yaitu dengan sedikit saja hormon mampu mempengaruhi organ-organ yang menjadi sasarnnya. Hipofisa (Pituitary). Kelenjar ini merupakan kelenjar yang paling banyak menghasilkan jenis-jenis hormone yang letaknya di otak. 


1.2  Rumusan Masalah           

Dengan memperhatikan latar belakang tersebut, agar dalam penulisan ini kami dapat memperoleh hasil yang diinginkan, maka kami mengemukakan beberapa rumusan masalah. Rumusan masalah tersebut adalah “Pembahasan dari Apa yang Ada dalam Sistem Saraf”.     




1.3  Tujuan      

Tujuan dari penyusunan makalah ini antara lain:
          
a.Untuk memenuhi tugas mata kuliah Biomedik Fisiologi.
       
b.Untuk menambah pengetahuan tentang Sistem Saraf.

c.Untuk mengetahui tentang apa saja yang ada dalam Sistem Saraf
     


1.4  Manfaat   

Manfaat yang didapat dari makalah ini adalah:
 
a.Mahasiswa dapat menambah pengetahuan tentang Biomedik Fisiologi.
       
b.Mahasiswa dapat mengetahui apa saja yang dimaksud sesuai dengan tema yang
dibahas.





























BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi Sistem Saraf
Sistem syaraf adalah sebuah sistem organ yang mengandung jaringan sel-sel khusus yang disebut neuron yang mengkoordinasikan tindakan binatang dan mengirimkan sinyal antara berbagai bagian tubuhnya. Pada kebanyakan hewan sistem saraf terdiri dari dua bagian, pusat dan perifer. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Sistem saraf perifer terdiri dari neuron sensorik, kelompok neuron yang disebut ganglia, dan saraf menghubungkan mereka satu sama lain dan sistem saraf pusat. Daerah ini semua saling berhubungan melalui jalur saraf yang kompleks. Di sistem saraf enterik, suatu subsistem dari sistem saraf perifer, memiliki kapasitas, bahkan ketika dipisahkan dari sisa dari sistem saraf melalui sambungan primer oleh saraf vagus, untuk berfungsi dengan mandiri dalam mengendalikan sistem gastrointestinal.
                                        


Neuron mengirimkan sinyal ke sel lain sebagai gelombang elektrokimia perjalanan sepanjang serat tipis yang disebut akson, yang menyebabkan zat kimia yang disebut neurotransmitter yang akan dirilis di persimpangan yang disebut sinapsis. Sebuah sel yang menerima sinyal sinaptik mungkin bersemangat, terhambat, atau sebaliknya dimodulasi. Sensory neuron diaktifkan oleh rangsangan fisik menimpa mereka, dan mengirim sinyal yang menginformasikan sistem saraf pusat negara bagian tubuh dan lingkungan eksternal. Motor neuron, terletak baik dalam sistem saraf pusat atau di perifer ganglia, menghubungkan sistem saraf otot atau organ-organ efektor lain. Sentral neuron, yang pada vertebrata sangat lebih banyak daripada jenis lain, membuat semua input dan output mereka koneksi dengan neuron lain. Interaksi dari semua jenis bentuk neuron sirkuit neural yang menghasilkan suatu organisme persepsi dari dunia dan menentukan perilaku. Seiring dengan neuron, sistem saraf mengandung sel-sel khusus lainnya yang disebut sel-sel glial (atau hanya glia), yang menyediakan dukungan struktural dan metabolik.

                               


Sistem saraf merupakan salah satu sistem koordinasi yang bertugas menyampaikan rangsangan dari reseptor untuk dideteksi dan direspon oleh tubuh. Sistem saraf memungkinkan makhluk hidup tanggap dengan cepat terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan luar maupun dalam.
           
Untuk menanggapi rangsangan, ada tiga komponen yang harus dimiliki oleh sistem saraf, yaitu:
        
• Reseptor, adalah alat penerima rangsangan atau impuls. Pada tubuh kita yang bertindak
sebagai reseptor adalah organ indera.
   
• Penghantar impuls, dilakukan oleh saraf itu sendiri. Saraf tersusun dari berkas serabut
penghubung (akson). Pada serabut penghubung terdapat sel-sel khusus yang
memanjang dan meluas. Sel saraf disebut neuron.
                  
• Efektor, adalah bagian yang menanggapi rangsangan yang telah diantarkan oleh penghantar
impuls. Efektor yang paling penting pada manusia adalah otot dan kelenjar.
PETA PIKIRAN SARAF MANUSIA
                                
1 .Sel Saraf (Neuron)
Sistem saraf terdiri atas sel-sel saraf yang disebut neuron. Neuron bergabung membentuk suatu jaringan untuk mengantarkan impuls (rangsangan). Satu sel saraf tersusun dari badan sel, dendrit, dan akson.        

a. Badan sel
          
Badan sel saraf merupakan bagian yang paling besar dari sel saraf Badan sel berfungsi untuk menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson. Pada badan sel saraf terdapat inti sel, sitoplasma, mitokondria, sentrosom, badan golgi, lisosom, dan badan nisel. Badan nisel merupakan kumpulan retikulum endoplasma tempat transportasi sintesis protein.
       

b. Dendrit
  
Dendrit adalah serabut sel saraf pendek dan bercabang- cabang. Dendrit merupakan perluasan dari badan sel. Dendrit berfungsi untuk menerima dan mengantarkan rangsangan ke badan sel.
 

c. Akson
    
Akson disebut neurit. Neurit adalah serabut sel saraf panjang yang merupakan perjuluran sitoplasma badan sel. Di dalam neurit terdapat benang-benang halus yang disebut neurofibril. Neurofibril dibungkus oleh beberapa lapis selaput mielin yang banyak mengandung zat lemak dan berfungsi untuk mempercepat jalannya rangsangan. Selaput mielin tersebut dibungkus oleh sel- selsachwann yang akan membentuk suatu jaringan yang dapat menyediakan makanan untuk neurit dan membantu pembentukan neurit. Lapisan mielin sebelah luar disebut neurilemma yang melindungi akson dari kerusakan. Bagian neurit ada yang tidak dibungkus oleh lapisan mielin. Bagian ini disebut dengan nodus ranvier dan berfungsi mempercepat jalannya rangsangan.
           

Ada tiga macam sel saraf yang dikelompokkan berdasarkan struktur dan fungsinya, yaitu:
         
a.Sel saraf sensorik, adalah sel saraf yang berfungsi menerima rangsangan dari
reseptor yaitu alat indera.
 
b.Sel saraf motorik, adalah sel saraf yang berfungsi mengantarkan rangsangan ke efektor yaitu otot dan kelenjar. Rangsangan yang diantarkan berasal atau diterima dari otak dan sumsum tulang belakang.

c.Sel saraf penghubung, adalah sel saraf yang berfungsi menghubungkan sel saraf satu dengan sel saraf lainnya. Sel saraf ini banyak ditemukan di otak dan sumsum tulang belakang. Sel saraf yang dihubungkan adalah sel saraf sensorik dan sel saraf motorik. Saraf yang satu dengan saraf lainnya saling berhubungan. Hubungan antara saraf tersebut disebut sinapsis. Sinapsis ini terletak antara dendrit dan neurit. Bentuk sinapsis seperti benjolan dengan kantung-kantung yang berisi zat kimia seperti asetilkolin (Ach) dan enzim kolinesterase. Zat-zat tersebut berperan dalam mentransfer impuls pada sinapsis.
   
2. Impuls        
Impuls adalah rangsangan atau pesan yang diterima oleh reseptor dari lingkungan luar, kemudian dibawa oleh neuron. Impuls dapat juga dikatakan sebagai serangkaian pulsa elektrik yang menjalari serabut saraf.
    

Contoh rangsangan adalah sebagai berikut.
        
a. Perubahan dari dingin menjadi panas.
 
b. Perubahan dari tidak ada tekanan pada kulit menjadi ada tekanan.
    
c. Berbagai macam aroma yang tercium oleh hidung.
    
d. Suatu benda yang menarik perhatian.
  
e. Suara bising.
    
f. Rasa asam, manis, asin dan pahit pada makanan.
       

Impuls yang diterima oleh reseptor dan disampaikan ke efektor akan menyebabkan terjadinya gerakan atau perubahan pada efektor.


Gerakan tersebut adalah sebagai berikut.
           

a. Gerak sadar
      
Gerak sadar atau gerak biasa adalah gerak yang terjadi karena disengaja atau disadari. Impuls yang menyebabkan gerakan ini disampaikan melalui jalan yang panjang.
Bagannya adalah sebagai berikut:
      
b. Gerak refleks    
Gerak refleks adalah gerak yang tidak disengaja atau tidak disadari. Impuls yang
menyebabkan gerakan ini disampaikan melalui jalan sangat singkat dan tidak melewati otak.
         
Bagannya sebagai berikut:
    

 
Contoh gerak refleks adalah sebagai berikut:      

a. Terangkatnya kaki jika terinjak sesuatu
         
b. Gerakan menutup kelopak mata dengan cepat jika ada benda asing yang masuk
ke mata.
   
c. Menutup hidung pada waktu mencium bau yang sangat busuk.
         
ad. Gerakan tangan menangkap benda yang tiba-tiba terjatuh.   
e. Gerakan tangan melepaskan benda yang bersuhu tinggi
         

3. Susunan Sistem Saraf
 Susunan sistem saraf manusia tersusun dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Sedangkan sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom.    

a.Sistem Saraf Pusat:
                    

Otak
Otak merupakan alat tubuh yang sangat penting dan sebagai pusat pengatur dari segala kegiatan manusia. Otak terletak di dalam rongga tengkorak, beratnya lebih kurang 1/50 dari berat badan. Bagian utama otak adalah otak besar (Cerebrum), otak kecil (Cerebellum), dan batang otak. Otak besar merupakan pusat pengendali kegiatan tubuh yang disadari. Otak besar dibagi menjadi dua belahan, yaitu belahan kanan dan belahan kiri. Masing-masing belahan pada otak tersebut disebut hemister. Otak besar belahan kanan mengatur dan mengendalikan kegiatan tubuh sebelah kiri, sedangkan otak belahan kiri mengatur dan mengendalikan bagian tubuh sebelah kanan.
 
Otak kecil terletak di bagian belakang otak besar, tepatnya di bawah otak besar. Otak kecil terdiri atas dua lapisan, yaitu lapisan luar berwarna kelabu dan lapisan dalam berwarna putih. Otak kecil dibagi menjadi dua bagian, yaitu belahan kiri dan belahan kanan yang dihubungkan oleh jembatan varol. Otak kecil berfungsi sebagai pengatur keseimbangan tubuh dan mengkoordinasikan kerja otot ketika seseorang akan melakukan kegiatan.
        
Batang otak tersusun dari medula oblangata, pons, dan otak tengah. Batang otak terletak di depan otak kecil, di bawah otak besar, dan menjadi penghubung antara otak besar dan otak kecil. Batang otak disebut dengan sumsum lanjutan atau sumsum penghubung. Batang otak terbagi menjadi dua lapis, yaitu lapisan dalam dan luar berwarna kelabu karena banyak mengandung neuron. Lapisan luar berwarna putih, berisi neurit dan dendrit. Fungsi dari batang otak adalah mengatur refleks fisiologis, seperti kecepatan napas, denyut jantung, suhu tubuh, tekanan, darah, dan kegiatan lain yang tidak disadari.
      


Sumsum tulang belakang
 
Sumsum tulang belakang terletak memanjang di dalam rongga tulang belakang, mulai dari ruas-ruas tulang leher sampai ruas-ruas tulang pinggang yang kedua. Sumsum tulang belakang terbagi menjadi dua lapis, yaitu lapisan luar berwana putih dan lapisan dalam berwarna kelabu. Lapisan luar mengandung serabut saraf dan lapisan dalam mengandung badan saraf. Di dalam sumsum tulang belakang terdapat saraf sensorik, saraf motorik, dan saraf penghubung. Fungsinya adalah sebagai penghantar impuls dari otak dan ke otak serta sebagai pusat pengatur gerak refleks.

b.Sistem Saraf Tepi:
         

Sistem saraf tepi tersusun dari semua saraf yang membawa pesan dari dan ke sistem saraf pusat. Kerjasama antara sistem pusat dan sistem saraf tepi membentuk perubahan cepat dalam tubuh untuk merespon rangsangan dari lingkunganmu. Sistem saraf ini dibedakan menjadi sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom.

Sistem saraf somatis
        

Sistem saraf somatis terdiri dari 12 pasang saraf kranial dan 31 pasang saraf sumsum tulang belakang. Kedua belas pasang saraf otak akan menuju ke organ tertentu, misalnya mata, hidung, telinga, dan kulit. Saraf sumsum tulang belakang keluar melalui sela-sela ruas tulang belakang dan berhubungan dengan bagian-bagian tubuh, antara lain kaki, tangan, dan otot lurik.
     
Saraf-saraf dari sistem somatis menghantarkan informasi antara kulit, sistem saraf pusat, dan otot-otot rangka. Proses ini dipengaruhi saraf sadar, berarti kamu dapat memutuskan untuk menggerakkan atau tidak menggerakkan bagian-bagian tubuh di bawah pengaruh sistem ini.
          
Contoh dari sistem saraf somatis adalah sebagai berikut:
          
Ketika kita mendengar bel rumah berbunyi, isyarat dari telinga akan sampai ke otak. Otak menterjemah- kan pesan tersebut dan mengirimkan isyarat ke kaki untuk berjalan mendekati pintu dan meng- isyaratkan ke tangan untuk membukakan pintu.
Ketika kita merasakan udara di sekitar kita panas, kulit akan menyampaikan
informasi tersebut ke otak. Kemudian otak mengisyaratkan pada tangan untuk
menghidupkan kipas angin.
         
Ketika kita melihat kamar berantakan, mata akan menyampaikan informasi tersebut
ke otak, otak akan menterjemahkan informasi tersebut dan mengisyaratkan
tangan dan kaki untuk bergerak membersihkan kamar.
  


Sistem saraf otonom
         
Sistem saraf otonom mengatur kerja jaringan dan organ tubuh yang tidak disadari atau yang tidak dipengaruhi oleh kehendak kita. Jaringan dan organ tubuh diatur oleh sistem saraf otonom adalah pembuluh darah dan jantung. Sistem saraf otonom terdiri atas sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik.
    
Sistem saraf simpatik disebut juga sistem saraf torakolumbar, karena saraf preganglion keluar dari tulang belakang toraks ke-1 sampai dengan ke-12. Sistem saraf ini berupa 25 pasang ganglion atau simpul saraf yang terdapat di sumsum tulang belakang.


Fungsi dari sistem saraf simpatik adalah sebagai berikut.
         

Mempercepat denyut jantung   
Memperlebar pembuluh darah 
Memperlebar bronkus  
Mempertinggi tekanan darah   
Memperlambat gerak peristaltis          
Memperlebar pupil       
Menghambat sekresi empedu   
Menurunkan sekresi ludah       
Meningkatkan sekresi adrenalin.         

Sistem saraf parasimpatik disebut juga dengan sistem saraf kraniosakral, karena saraf preganglion keluar dari daerah otak dan daerah sakral. Susunan saraf parasimpatik berupa jaring- jaring yang berhubung-hubungan dengan ganglion yang tersebar di seluruh tubuh. Urat sarafnya menuju ke organ tubuh yang dikuasai oleh susunan saraf simpatik.
  
Sistem saraf parasimpatik memiliki fungsi yang berkebalikan dengan fungsi sistem saraf simpatik. Misalnya pada sistem saraf simpatik berfungsi mempercepat denyut jantung, sedangkan pada sistem saraf parasimpatik akan memperlambat denyut jantung.
        

















BAB III
PENUTUP



Kesimpulan:


Sistem saraf merupakan sistem koordinasi (pengaturan tubuh) berupa penghantaran impul saraf ke susunan saraf pusat, pemrosesan impul saraf dan perintah untuk memberi tanggapan rangsangan. Unit terkecil pelaksanaan kerja sistem saraf adalah sel saraf atau neuron 
Berdasarkan peranannya, sistem saraf manusia dibedakan menjadi 2, yaitu, sistem saraf sadar dan sistem saraf tak sadar. Sistem saraf sadar berfungsi, mengatur semua aktivitas tubuh yang kita sadari. sedangkan, sistem saraf tak sadar berfungsi, mengatur semua aktiivitas tubuh yang tidak kita sadari.         

Saran:

Sistem saraf merupakan sistem koordinasi (pengaturan tubuh) berupa penghantaran impul saraf ke susunan saraf pusat, pemrosesan impul saraf dan perintah untuk memberi tanggapagaan rangsangan jadi kita harus mengtahui sistem saraf agar kita mengetahui di mana sel saraf yang penting and paling berpengaruh .supaya kita benar benar hati hati terhadap saraf tersebut




















DAFTAR PUSTAKA


^ “Nervous System”. Columbia Encyclopedia. Columbia University Press.
http://grandmall10.wordpress.com/2010/03/02/sistem-saraf-manusia/

^ a b c d e f Kandel ER, Schwartz JH, Jessel TM, ed (2000). “Ch. 2: Nerve cells and behavior”. Principles of Neural Science. McGraw-Hill Professional. ISBN 9780838577011.

http://alvyanto.blogspot.com/2010/01/sistem-saraf-manusia.html

^ Finger S (2001). “Ch. 1: The brain in antiquity”. Origins of neuroscience: a history of explorations into brain function. Oxford Univ. Press. ISBN 9780195146943. ^ Finger, pp. 43–50

^ a b Sakarya O, Armstrong KA, Adamska M, et al. (2007). “A post-synaptic scaffold at the origin of the animal kingdom”. PLoS ONE 2 (6): e506. doi:10.1371/journal.pone.0000506. PMID 17551586.

http://klikbelajar.com/pelajaran-sekolah/pelajaran-biologi/sistem-saraf-manusia/



                         BAB 11  PEMBAHASAN
2.1  TANDA KURANG ASUPAN GIZI
Banyak orang mengabaikan masalah kesehatan yang terkesan bersifat ringan. Terutama masalah kesehatan gizi, atau dikenal dengan istilah malnutrisi. Dalam kamus kesehatan, malnutrisi adalah keadaan dimana terjadi ketidak seimbangan antara kebutuhan nutrisi dan dan asupan zat gizi esensial. Dimana tubuh mengalami kekurangan nutrisi ataupun kelebihan gizi.
Keadaan ini dapat disebabkan oleh diet yang tidak seimbang atau pola makan yang salah serta berasal dari asupan makanan yang dikonsumsi. Masalah kesehatan akibat malnutrisi ini tidak lansung muncul tiba-tiba, namun perlahan. Seperti dilansir dari Boldsky inilah beberapa tanda bahwa tubuh mengalami malnutrisi :
    1. Kelelahan
Tanda paling umum bahwa seseorang mengalami malnutrisi adalah tubuh mudah sekali lelah. Merasa tidak memiliki energi untuk melakukan aktivitas bahkan untuk makan. Hal ini terjadi karena otot-otot tidak mendapatkan nutrisi penting untuk bekerja. Hasilnya tubuh merasa lelah dan kekurangan energi.
    2. Tekanan darah rendah
Jika seseorang mengalami malnutrisi salah satu tandanya adalah selalu mengalami tekanan darah rendah. Hal ini terjadi karena tubuh kekuranfan karbohidrat dan lemak, yang menyebabkan kekurangan gula darah. Ketika gula darah menurun, tekanan darahpun ikut menurun.
     3. Sakit kepala
Ketika tekanan darah turun, hal ini menyebabkan seseorang mudah mengalami sakit kepala, pusing, dan mudah mengomel. Selain itu sering makan makan berlemak dan juga junk food juga bisa memicu terjadinya sakit kepala.
  

   4. Rambut rontok
Asupan nutirisi dan gizi yang baik membuatmu mempunyai rambut dan kulit yang sehat. Pola makan yang salah dan sering makan-makanan yang tidak bergizi membuat rambut lemah dan akar rambut tidak kuat. Kerontokan rambut yang sangat parah bisa jadi tanda anda mengalami malnutrisi.
   5. Mudah marah
Masalah hormonal dapat terjadi karena tubuh tidak mendapatkan nutrisi serta gizi yang tepat. Pengaruh hormon ini bisa menyebabkan wanita mudah mengalami mood swing. Dimana terjadi perubahan suasana hati secara tiba-tiba dan mudah marah.
    6. Menstruasi tidak teratur
Ketika tubuh tidak memiliki zat besi dan kalsium maka tubuh mulai melakukan proses menabung zat besi dan kalsium yang menyebabkan aliran darah menstruasi terhenti. Inilah salah satu alasan untuk para wanita yang mengalami menstruasi tidak teratur.
      7. Mudah memar
Kulit akan mudah memar dan terluka akibat dinding kapiler darah yang lemah. Hal ini terjadi karena jumlah trombosit darah yang menurun akibat kekurangan vitamin K dan folat dalam jumlah besar.

Sumber :http://id.she.yahoo.com/inilah-tanda-tanda-tubuh-mengalami-malnutrisi-090000429.html

 


 

2.1  MASALAH-MASALAH GIZI DI INDONESIA

     1.KURANG ENERGI PROTEIN (KEP)
  • Adalah penyakit gizi akibat defisiensi energi dalam jangka waktu yang cukup lama.
  • Prevalensi tinggi terjadi pada balita, ibu hamil (bumil) dan ibu menyusui/meneteki (buteki)
  • Pada derajat ringan pertumbuhan kurang, tetapi kelainan biokimiawi dan gejala klinis (marginal malnutrition)
  • Derajat berat adalah tipe kwashiorkor dan tipe marasmus atau tiep marasmik-kwashiorkor
  • Terdapat gangguan pertumbuhan, muncul gejala klinis dan kelainan biokimiawi yang khas
Penyebab
  • Masukan makanan atau kuantitas dan kualitas rendah
  • Gangguan sistem pencernaan atau penyerapan makanan
  • Pengetahuan yang kurang tentang gizi
  • Konsep klasik diet cukup energi tetapi kurang pprotein menyebabkan kwashiorkor
  • Diet kurang energi walaupun zat gizi esensial seimbang menyebabkan marasmus
  • Kwashiorkor terjadi pada hygiene yang buruk , yang terjadi pada penduduk desa yang mempunyai kebiasaan memberikan makanan tambahan tepung dan tidak cukup mendapatkan ASI
  • Terjadi karena kemiskinan sehingga timul malnutrisi dan infeksi.
        2. OBESITAS
  • adalah penyakit gizi yang disebabkan kelebihan kalori dan ditandai dengan akumulasi jaringan lemak secara berlebihan diseluruh tubuh.
  • Merupakan keadaan patologis dengan terdapatnya penimbunan lemak yang berlebihan dari yang diperlukan untuk fungsi tubuh
  • Gizi lebih (over weight) dimana berat badan melebihi berat badan rata-rata, namun tidak selalu identik dengan obesitas
Terdapat 2 golongan obesitas
  • Regulatory obesity, yaitu gangguan primer pada pusat pengatur masukan makanan
  • Obesitas metabolik, yaitu kelainan metabolisme lemak dan karbohidrat
         3.  ANEMIA
Anemia defisiensi adalah anemia yang disebabkan oleh kekurangan satu atau beberapa bahan yang diperlukan untuk pematangan eritrosit.
Keadaan dimana kadar hemoglobin (Hb), hematokrit (Ht) dan eritrosit lebih rendah dari nilai normal, akibat defisiensi salah satu atau beberapa unsur makanan yang esensial yang dapat mempengaruhi timbulnya defisiensi tersebut.
Macam-macam anemia
Anemia defisiensi besi adalah anemia karena kekurangan zat besi atau sintesa hemoglobin
Anemia megaloblastik adalah terjadinya penurunan produksi sel darah merah yang matang, bisa diakibatkan defisiensi vitamin B12
Anemia aplastik adalah anemia yang berat, leukopenia dan trombositopenia, hipoplastik atau aplastik
ANEMIA DEFISIENSI BESI
  • Prevalensi tertinggi terjadi didaerah miskin, gizi buruk dan penderita infeksi
  • Hasil studi menunjukan bahwa anemia pada masa bayi mungkin menjadi salah satu penyebab terjadinya disfungsi otak permanen
  • Defisiensi zat besi menurunkan jumlah oksigen untuk jaringan, otot kerangka, menurunnya kemampuan berfikir serta perubahan tingkah laku.
Sebab langsung
  • Kurang asupan makanan yang mengandung zat besi
  • Mengkonsumsi makanan penghambat penyerapan zat besi
  • Infeksi penyakit
Sebab tidak langsung
  • Distribusi makanan yang tidak merata ke seluruh daerah
Sebab mendasar
  • Pendidikan wanita rendah
  • Ekonomi rendah
  • Lokasi ggeografis (daerah endemis malaria)
Kelompok sasaran prioritas
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Balita
  • Anak usia sekolah
  • Tenaga kerja wanita
  • Wanita usia subur
Penanganan
  • Pemberian Komunikasi,informasi dan edukasi (KIE) serta suplemen tambahan pada ibu hamil maupun menyusui
  • Pembekalan KIE kepada kader dan orang tua serta pemberian suplemen dalam bentuk multivitamin kepada balita
  • Pembekalan KIE kepada guru dan kepala sekolah agar lebih memperhatikan keadaan anak usia sekolah serta pemeberian suplemen tambahan kepada anak sekolah
  • Pembekalan KIE pada perusahaan dan tenaga kerja serta pemberian suplemen kepada tenaga kerja wanita
  • Pemberian KIE dan suplemen dalam bentuk pil KB kepada wanita usia subur (WUS)
3. DEFISIENSI VITAMIN A
Prevalensi tertinggi terjadi pada balita
Penyebab
  • Intake makanan yang mengandung vitamin A kurang atau rendah
  • Rendahnya konsumsi vitamin A dan pro vitamin A pada bumil sampai melahirkan akan memberikan kadar vitamin A yang rendah pada ASI
  • MP-ASI yang kurang mencukupi kebutuhan vitamin A
  • Gangguan absorbsi vitamin A atau pro vitamin A (penyakit pankreas, diare kronik, KEP dll)
  • Gangguan konversi pro vitamin A menjadi vitamin A pada gangguan fungsi kelenjar tiroid
  • Kerusakan hati (kwashiorkor, hepatitis kronik)
Sifat
  • Mudah teroksidasi
  • Mudah rusak oleh sinar ultraviolet
  • Larut dalam lemak
Tanda dan gejala
  • Rabun senja-kelainan mata, xerosis konjungtiva, bercak bitot, xerosis kornea
  • Kadar vitamin A dalam plasma <20ug/dl
Tanda hipervitaminosis 
A. Akut: Mual, muntah, Fontanela meningkat
b. Kronis: Anoreksia, Kurus, Cengeng, Pembengkakan tulang
Upaya pemerintah
  • Penyuluhan agar meningkatkan konsumsi vitamin A dan pro vitamin A
  • Fortifikasi (susu, MSG, tepung terigu, mie instan)
  • Distribusi kapsul vitamin A dosis tinggi pada balita 1-5 tahun (200.000 IU pada bulan februari dan agustus), ibu nifas (200.000 IU), anak usia 6-12 bulan (100.000 IU)
  • Kejadian tertentu, ditemukan buta senja, bercak bitot. Dosis saat ditemukan (200.000 IU), hari berikutnya (200.000 IU) dan 4 minggu berikutnya (200.000 IU)
  • Bila ditemukan xeroptalmia. Dosis saat ditemukan :jika usia >12 bulan 200.000 IU, usia 6-12 bulan 100.000 IU,  usia < 6 bulan 50.000 IU, dosis pada hari berikutnya diberikan sesuai usia demikian pula pada 1-4 minggu kemudian dosis yang diberikan juga sesuai usia
  • Pasien campak, balita (200.000 IU), bayi (100.000 IU)
Catatan
  • Vitamin A merupakan nutrient esensial, yang hanya dapat dipenuhi dari luar tubuh, dimana jika asupannya berlebihan bisa menyebabkan keracunan karena tidak larut dalam air
  • Gangguan asupan vitamin A bisa menyebabkan morbili, diare yang bisa berujung pada morbiditas  dan mortalitas, dan pneumonia
4. GANGGUAN AKIBAT KEKURANGAN YODIUM (GAKY)
  • Adalah sekumpulan gejala yang dapat ditimbulkan karena tubuh menderita kekurangan yodium secara terus menerus dalam waktu yang lama.
  • Merupakna masalah dunia
  • Terjadi pada kawasan pegunungan dan perbukitan yang tanahnya tidak cukup mengandung yodium
  • Defisiensi yang berlangsung lama akan mengganggu fungsi kelenjar tiroid yang secara perlahan menyebabkan pembesaran kelenjar gondok
Dampak
  • Pembesaran kelenjar gondok
  • Hipotiroid
  • Kretinisme
  • Kegagalan reproduksi
  • Kematian
Defisiensi pada janin
  • Dampak dari kekurangan yodium pada ibu
  • Meningkatkan insiden lahir mati, aborsi, cacat lahir
  • Terjadi kretinisme endemis
  • Jenis syaraf (kemunduran mental, bisu-tuli, diplegia spatik)
  • Miksedema (memperlihatkan gejala hipotiroid dan dwarfisme)
Defisiensi pada BBL
  • Penting untuk perkembangan otak yang normal
  • Terjadi penurunan kognitif dan kinerja motorik pada anak usia 10-12 tahun pada mereka yang dilahirkan dari wanita yang mengalami defisiensi yodium
Defisiensi pada anak
  • Puncak kejadian pada masa remaja
  • Prevalensi wanita lebih tinggi dari laki-laki
  • Terjadi gangguan kinerja belajar dan nilai kecerdasan
Klasifikasi tingkat pembesaran kelenjar menurut WHO (1990)
  • Tingkat 0 : tidak ada pembesaran kelenjar
  • Tingkat IA : kelenjar gondok membesar 2-4x ukuran normal, hanya dapat diketahui dengan palpasi, pembesaran tidak terlihat pada posisi tengadah maksimal
  • Tingkat IB : hanya terlihat pada posisi tengadah maksimal
  • Tingkat II : terlihat pada posisi kepala normal dan dapat dilihat dari jarak ± 5 meter
  • Tingkat III : terlihat nyata dari jarak jauh
Sasaran : Ibu hamil, WUS                               
Dosis dan kelompok sasaran pemberian kapsul yodium
  • Bayi < 1tahun : 100 mg
  • Balita 1-5 tahun : 200 mg
  • Wanita 6-35 tahun : 400 mg
  • Ibu hamil (bumil) : 200 mg
  • Ibu meneteki (buteki) : 200 mg
  • Pria 6-20 tahun : 400 mg
GAKY tidak berhubungan denga tingkat sosek melainkan dengan geografis
Spektrum gangguan akibat kekurangan yodium
  • Fetus : abortus, lahir mati, kematian perinatal, kematian bayi, kretinisme nervosa (bisu tuli, defisiensi mental, mata juling), cacat bawaan, kretinisme miksedema, kerusakan psikomotor
  • Neonatus : gangguan psikomotor, hipotiroid neonatal, gondok neonatus
  • Anak dan remaja : gondok, hipotiroid juvenile, gangguan fungsi mental (IQ rendah), gangguan perkembangan
  • Dewasa : gondok, hipotiroid, gangguan fungsi mental, hipertiroid diimbas oleh yodium
Sumber makanan beryodium yaitu makanan dari laut seperti ikan, rumput laut dan sea food. Sedangkan penghambat penyerapan yodium (goitrogenik) seperti kol, sawi, ubi kayu, ubi jalar, rebung, buncis, makanan yang panas, pedas dan rempah-rempah.
Pencegahan/penanggulangan
  • Fortifikasi : garam
  • Suplementasi : tablet, injeksi lipiodol, kapsul minyak beryodium










                                                                DAFTAR ISI
DaftarIsi
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB 1. PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
B.    Rumusan Masalah
B.     Tujuan
BAB II .PEMBAHASAN
2.1 Tanda Kurang Asupan Gizi
2.2. Masalah – Masalah Gizi Di indonesia 
BAB III. PENUTUP
A.    Kesimpulan………………………………………….…………..
B.     Penutup……………………………………………….….…..….
DaftarPustaka………………………………………………………










                                                BAB. 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
 masalah kesehatan yang terkesan bersifat ringan. Terutama masalah kesehatan gizi, atau dikenal dengan istilah malnutrisi. Dalam kamus kesehatan, malnutrisi adalah keadaan dimana terjadi ketidak seimbangan antara kebutuhan nutrisi dan dan asupan zat gizi esensial. Dimana tubuh mengalami kekurangan nutrisi ataupun kelebihan gizi.
B. Rumusan Masalah
            Adapun Rumusan Masalah  :
a. Masalah- Masalah Tanda Kurang Asupan Gizi
b. Masalah - Masalah Gizi Di Indonesia
C.Tujuan
            Tujuan Pembahasan makalah untuk memahami masalah- masalah tanda kurang gizi dan masalah- masalah gizi Di Indonesia









BAB 111. PENUTUP
A. KESIMPULAN
            Dari makalah  Diatas saya Simpulkan bahwa tanda kurang asupan Gizi mengalami malnutrisi diantara Kelelahan, Tekanan darah rendah, sakit kepala,rambut rontok, mudah marah , mudah memar, mentruasi tidak teratur, Masalah Gizi Di indonesia kurang energi protein, obesitas, Anemia,
B. Saran
            Dari  Makalah  Diatas saya sarankan bahwa perlu kita sadari betapa pentingnya Asupan Gizi  guna menghindari berbagai penyakit  yang  telah dibahas pada kesimpulan diatas