Kata Pengantar
Bissmillahir
Rahmair Rahiim
Puji
syukur Kehadirat Allah SWT., penulis dalam keadaan sehat dan pemikiran yang
terang, sehingga dalam tempo yang telah ditentukan, makalah “Hubungan
Sosial dengan Etika Profesi
“, dan semoga akan mendapatkan Rahmat dan Karunia-Nya.
Shalawat
dan Salam, penulis sampaikan, ucapkan, dan haturkan kepada junjungan terbesar,
Al-Mustafa, Rasulullah Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, para
pendahulunya, para keluarga, para sahabatnya, serta para pengikut yang senantiasa
mempelajari ajarannya dengan setia dan taat kepada hukum-hukum Tuhan.
Penulis
menyadari sepenuhnya, bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak terdapat
kesalahan atas kekhilafan yang telah penulis perbuat. Maka dengan segenap
kerendahan hati, penulis mengharapkan banyak bantuan berupa kritik dan saran
agar demi kelancaran diskusi dan penemuan masalah berikut untuk kemudian
menjadi bahan acuan dalam pembuatan makalah berikutnya.
Demikianlah
apa yang dapat penulis sampaikan, semoga kita bersama dapat memetik ilmu dan
hikmahnya masing-masing, sehingga dapat berguna bagi kehidupan Dunia dan
Akhirat. Amin.
Tangan
Terkepal Maju Ke Muka
Wallahul
Muwaffieq Illaa Aquamit Tharieq
P e n u l i s
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar.................................................................................................................. i
DAFTAR
ISI....................................................................................................................... ii
BAB
I PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang............................................................................................... 1
B.
Rumusan
Masalah.......................................................................................... 1
BAB
II PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Nilai Sosial Budaya..................................................................... 2
B.
Hubungan
Nilai Sosial Budaya dengan Etika Profesi................................... 3
C.
Sikap
Profesional Perawat Dikaitkan dengan Nilai Sosial Budaya.............. 4
BAB
III PENUTUP
A.
Kesimpulan.................................................................................................... 6
B.
Saran............................................................................................................... 6
DAFTAR
PUSTAKA......................................................................................................... 7
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Kode etik keperawatan ditanamkan kepada para perawat sejak dalam pendidikan keperawatan. Sekolah keperawatan bertanggung jawab atas
pemilihan calon-calon perawat
yang mampu melaksanakan kode etik. Tanggung jawab lain sekolah keperawatan adalah membuat kondisi
yang memungkinkan bagi peserta didik untuk mengaplikasikan kode etik. Pengajar
dan staf sekolah membantu peserta didik untuk mengetahui perilaku yang dapat diterima
dan dikembangkan sebagai perilaku perawat.
B.
Rumusan Masalah
1.
Pengertian
Nilai Sosial Budaya
2.
Hubungan
Nilai Sosial Budaya dengan Etika Profesi
3.
Sikap
Profesional Perawat dikaitkan dengan Nilai Sosial Budaya
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Nilai Sosial Budaya
Ada beberapa pengertian nilai,
yaitu:
1.
Nilai adalah sesuatu yang berharga,
keyakinan yang dipegang sedemikian rupa oleh seseorang sesuai dengan tuntutan
hati nuraninya (pengertian secara umum);
2.
Nilai adalah seperangkat keyakinan
dan sikap pribadi seseorang tentang kebenaran, keindahan, dan penghargaan dari
suatu pemikiran, objek, atau prilaku yang berorientasi pada tindakan dan
pemberian arah serta makna pada kehidupan seseorang (Simon, 1974);
3.
Nilai adalah keyakinan seseorang
tentang sesuatu yang berharga, kebenaran, atau keyakinan mengenai ide-ide,
objek, atau perilaku khusus (Znowski).
Setiap perawat memiliki nilai dan perilaku
pribadi masing-masing. Kode etik profesi membawa perubahan perilaku personal
kepada perilaku profesional dan menjadi pedoman bagi tanggung jawab perorangan
sebagai anggota profesi dan tanggung jawab sebagai warga negara. Tanggung jawab
profesional berdasarkan anggapan bahwa profesi keperawatan bekerja sama dengan kelompok asuhan kesehatan
(kelompok asuhan yang dimaksud adalah profesi dokter, ahli gizi, tenaga
farmasi, tenaga laboratorium, kesehatan lingkungan, dsb) untuk meningkatkan
kesehatan, mengurangi penderitaan, dan menemukan pencapaian tujuan berdasarkan
kebutuhan manusiawi. Setiap perawat harus
bertanggung jawab kepada seseorang yang sakit maupun yang sehat, keluarganya,
dan masyarakat.
Tanggung jawab ini memerlukan pelaksanaan etika yang
berkaitan dengan peraturan yang relevan dengan keperawatan. Tanggung jawab ini antara lain:
1.
Perawat
melaksanakan pelayanan dengan menghargai derajat manusia, tidak membedakan
kebangsaan.
2.
Perawat melindungi
hak pasien/klien, kerahasiaan pasien, melibatkan diri hanya terhadap hal yang
relevan dengan asuhan keperawatan.
3.
Perawat
mempertahankan kompetensinya dalam praktik keperawatan, mengenal dan menerima
tanggung jawab untuk kegiatan dan keputusan yang akan diambil.
4.
Perawat melindungi
pasien/klien bila keperawatan dan keselamatannya diganggu oleh orang-orang yang
tidak berwenang, tidak etis, atau tidak legal.
5.
Perawat mempertimbangkan
orang lain dengan kriteria tertentu apabila akan mendelegasikan tugas atau
menunjuk seseorang untuk melakukan kegiatan keperawatan.
6.
Perawat berpartisipasi
dalam kegiatan riset bila hak individu yang menjadi subjek dilindungi.
7.
Perawat berpartisipasi
dalam usaha profesi untuk meningkatkan standar praktik dan pendidikan
keperawatan.
8.
Perawat bertindak
melalui organisasi profesi, berperan serta dalam mengadakan dan mempertahankan
kondisi pekerjaan yang memungkinkan kualitas asuhan keperawatan yang tinggi.
9.
Perawat bekerja sama
dengan anggota profesi kesehatan dan orang lain dalam upaya peningkatan
kesehatan masyarakat.
10. Perawat
menolak tawaran untuk subjek advertensi atau promosi komersial.
Kode etik keperawatan ditanamkan kepada para perawat sejak dalam pendidikan keperawatan. Sekolah keperawatan bertanggung jawab atas
pemilihan calon-calon perawat
yang mampu melaksanakan kode etik. Tanggung jawab lain sekolah keperawatan adalah membuat kondisi
yang memungkinkan bagi peserta didik untuk mengaplikasikan kode etik. Pengajar
dan staf sekolah membantu peserta didik untuk mengetahui perilaku yang dapat
diterima dan dikembangkan sebagai perilaku perawat.
B.
Hubungan Nilai Sosial Budaya dengan
Etika Profesi
Perawat diharapkan
harus ramah, baik, bertabiat halus/lembut, jujur, dapat dipercaya, cerdas,
cakap, terampil, dan mempunyai tanggung jawab moral yang baik. Perawat harus berperilaku yang dapat
dihargai oleh orang lain, menyadari bahwa dirinya adalah perawat yang perilakunya akan
mempengaruhi pasien, teman, keluarga, dan masyarakat. Apabila perilakunya tidak
diterima, dia akan dikritik oleh teman sejawat atau masyarakat.
Dalam keperawatan,
merupakan perilaku yang tidak benar apabila membahayakan orang lain yang menjadi
tanggung jawabnya. Kadang-kadang ada perbedaan anggapan tentang perilaku yang
baik, tetapi kebanyakan akan setuju apabila seseorang mempertahankan standar
profesi yang akan membawa dirinya dalam situasi professional. Keberhasilan
perawat dalam keperawatan
bergantung pada konsep diri dan tujuannya menjadi perawat. Kemampuan
intelektual perawat sangat penting. Kemampuan ini diukur dengan berbagai cara
perawat memenuhi tanggung jawab keperawatan.
Integritas pribadi sangat penting dalam keperawatan, semua orng harus jujur
kepada dirinya sendiri. Ini memberikan dasar integritas dalam kehidupan
profesionalnya. Akan ada kemungkinan terjadi kesalahan. Orang yang berhati
besar akan mengakui kesalahannya, tetapi orang yang berhati kecil tidak
mengatakan apa-apa, tetapi bertahun-tahun akan mendrita karena perasaan
bersalah. Apabila perawat membuat kekeliruan, sebaiknya dibicarakan dengan
orang yang tepat dan tentukan pengetahuan, keterampilan, atau sikap yang
mendasari terjadinya kekeliruan.
C.
Sikap Profesional Perawat Dikaitkan
dengan Nilai Sosial Budaya
Hubungan sosial perawat untuk mengembangkan persaudaraan penting dalam tanggung
jawab sosial. Setiap orang mempunyai- paling tidak seorang teman dekat dan
beberapa teman biasa. Teman adalah orang yang membantu kita dalam mengerjakan
sesuatu. Persahabatan sangat penting dalam kehidupan, diperlukan untuk membantu
kita menjadi seseorang yang kita kehendaki. Teman adalah seseorang yang kita
banggakan, yang membuat kita senang, dan kepada siapa kita bertukar pengetahuan.
Hubungan dengan masyarakat di Indonesia yang menganut
kebiasaan timur, saling menghormati terutama kepada yang lebih tua, baik tua
dalam usia, dalam pengalaman, dalam pendidikan maupun dalam kedudukan.
Masyarakat Indonesia terkenal sangat ramah, mempunyai sifat gotong royong,
keberhasilan dalam pergaulan akan terarah pada diri kita masing-masing. Kita
tidak bisa memanggil seseorang dengan namanya saja kepada yang belum banyak
dikenal, lebih-lebih pada yang lebih tua. Hendaknya memanggil seseorang dengan predikat
yang telah umum digunakan di daerah setempat agar lebih akrab, misalnya dengan
memanggil “mbak” untuk wanita dan “mas” untuk pria, memanggil “Ibu” atau
“Bapak” kepada wanita dan pria yang lebih di daerah Jawa. Begitu pula di daerah
lain, biasanya panggilan “Bapak” dan “Ibu” diterima juga di daerah lain untuk
yang muda maupun yang lebih tua.
Penghargaan kepada jasa sekecil apapun harus
diberikan, misalnya dengan ucapan “terima kasih” terhadap tindakan yang
membantu kita. Komunikasi dimulai ketika bertemu dengan orang lain. Banyak
bahan untuk memulai komunikasi, misalnya dengan mengucapkan “Selamat pagi” atau
“Selamat siang” atau “Selamat malam”, sesuai dengan waktu pertemuan kita dengan
orang yang kita jumpai. Bagi perawat yang lebih muda, menghargai orang yang
lebih tua atau orang yang mempunyai posisi lebih tinggi, dengan sopan santun,
mendahulukan mereka untuk lewat atau memberi mereka duduk, memberi mereka
tempat duduk yang lebih depan, memberi kesempatan mereka berbicara lebih dahulu
dan lain-lain. Kebiasaan ini bukan saja di Indonesia, di Asia, tetapi juga di
Eropa, Amerika, dan lainnya.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1.
Nilai adalah sesuatu yang berharga,
keyakinan yang dipegang sedemikian rupa oleh seseorang sesuai dengan tuntutan
hati nuraninya (pengertian secara umum);
2.
Nilai adalah seperangkat keyakinan
dan sikap pribadi seseorang tentang kebenaran, keindahan, dan penghargaan dari
suatu pemikiran, objek, atau prilaku yang berorientasi pada tindakan dan
pemberian arah serta makna pada kehidupan seseorang (Simon, 1974);
3.
Nilai adalah keyakinan seseorang
tentang sesuatu yang berharga, kebenaran, atau keyakinan mengenai ide-ide,
objek, atau perilaku khusus (Znowski).
B. Saran
Penulis
berharap kepada kita sekalian, agar referensi dan apa yang telah kita bahas
perlu untuk kemudian dikaji lagi.
DAFTAR PUSTAKA
http://ibnuferi.blogspot.com/2013/03/nilai-nilai-dan-hubungannya-dengan_117.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar