Etika Keperawatan
Ferdi Rukmanto, S.Km
NILAI –
NILAI DAN HUBUNGANNYA DENGAN ETIKA PROFESI
Nama :
Nim :
1420 1013 030
PROGRAM
STUDI KEPERAWATAN
SEKOLAH
TINGGI ILMU KESEHATAN
BAUBAU
2014
Kata Pengantar
Bissmillahir
Rahmair Rahiim
Puji
syukur Kehadirat Allah SWT., penulis dalam keadaan sehat dan pemikiran yang
terang, sehingga dalam tempo yang telah ditentukan, makalah “Nilai –
Nilai dan Hubungannya dengan Etika Profesi “, dan semoga akan mendapatkan Rahmat dan
Karunia-Nya.
Shalawat
dan Salam, penulis sampaikan, ucapkan, dan haturkan kepada junjungan terbesar,
Al-Mustafa, Rasulullah Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, para
pendahulunya, para keluarga, para sahabatnya, serta para pengikut yang
senantiasa mempelajari ajarannya dengan setia dan taat kepada hukum-hukum
Tuhan.
Penulis
menyadari sepenuhnya, bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak terdapat
kesalahan atas kekhilafan yang telah penulis perbuat. Maka dengan segenap
kerendahan hati, penulis mengharapkan banyak bantuan berupa kritik dan saran
agar demi kelancaran diskusi dan penemuan masalah berikut untuk kemudian
menjadi bahan acuan dalam pembuatan makalah berikutnya.
Demikianlah
apa yang dapat penulis sampaikan, semoga kita bersama dapat memetik ilmu dan
hikmahnya masing-masing, sehingga dapat berguna bagi kehidupan Dunia dan
Akhirat. Amin.
Tangan
Terkepal Maju Ke Muka
Wallahul
Muwaffieq Illaa Aquamit Tharieq
P e n u l i s
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar.................................................................................................................. i
DAFTAR
ISI....................................................................................................................... ii
BAB
I PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang............................................................................................... 1
B.
Rumusan
Masalah.......................................................................................... 1
BAB
II PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Nilai Sosial Budaya..................................................................... 2
B.
Cara
Pembentukan/Pembelajaran Nilai......................................................... 4
BAB
III PENUTUP
A.
Kesimpulan.................................................................................................... 7
B.
Saran............................................................................................................... 7
DAFTAR
PUSTAKA......................................................................................................... 8
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Salah satu
bentuk kongkrit dari sistem nilai yang dijadikan norma bagi masyarakat profesi
adalah “Kode Etik Profesi”. Kode Etik Profesi, merupakan pedoman dalam
melaksanakan asuhan keperawatan. Banyak nilai-nilai yang terkandung dalam Kode
Etik merupakan bagian dari nilai-nilai sosial budaya yang ada di masyarakat.
Nilai-nilai social budaya yang sesuai dan perlu untuk tetap dilaksanakan antara
: ramah, baik hati, dapat dipercaya, tanggung jawab, cakap dan terampil, gotong
royong/kerjasama, saling menghormati terutama kepada yang lebih tua, baik dalam
usia, pengalaman, pendidikan maupun kedudukan dalam masyarakat.
Penghormatan
kepada orang lain dengan sopan santun misalnya dengan : mendahulukan mereka
untuk lewat, memberi tempat duduk, memberi kesempatan berbicara lebih dahulu,
mengucapkan salam, dan ucapan terima kasih pada setiap jasa sekecil apapun.
Kebiasaan-kebiasaan tersebut berlaku tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di
Negara lain seperti Asia, Eropa, dan Amerika.Nilai-nilai sosial budaya yang sesuai
dengan etika Profesi tersebut diharapkan oleh masyarakat untuk tetap dimiliki,
diwujudkan dalam perilaku para perawat profesional dalam melaksanakan tugasnya.
Dimanapun perawat profesional tersebut bertugas melaksanakan asuhan
keperawatan, disitu pulalah perawat juga perlu menjunjung dan menghormati
nilai-nilai sosial budaya yang ada di masyarakat setempat.
B.
Rumusan Masalah
1.
Pengertian
Nilai Sosial Budaya
2.
Cara
Pembentukan/Pembelajaran Nilai
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Nilai Sosial Budaya
Pengertian kebudayaan : berasal dari bahasa sansekerta
buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari kata buddhi yang
berarti budi atau akal. Istilah lain dari kebudayaan adalah
Culture (Inggris).Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan,
kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan
serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota
masyarakat.(Soerjono Soekanto, Pengantar Sosiologi, hal 188-189). Inti
kebudayaan setiap masyarakat adalah sistem nilai yang dianut oleh masyarakat
pendukung kebudayaan yang bersangkutan. Sistem nilai tersebut mencakup
konsepsi-konsepsi abstrak tentangapa yang dianggap buruk “harus dihindari” dan
apa yang dianggap baik “harus selalu diikuti” (Soerjono Soekanto, Pengantar Sosiologi.
Hal. 208). Sistem nilai tersebut perlu lebih dikongkritkan kedalam norma-norma,
yang dapat dijadikan patokan atau pedoman dalam berperilaku secara pantas:
Norma moral, norma hukum, norma sopan santun. Ada beberapa pengertian tentang
nilai / value, yaitu sebagai berikut :
1) Sesuatu yang
baik, sesuatu yang menyenangkan, sesuatu yang berharga, sesuatu yang
bermanfaat, dan menurut kodratnya bersifat positif (K. Bertens).
2)
Secara umum : sesuatu yang berharga,
keyakinan yang dipegang sedemikian rupa oleh seseorang sesuai dengan tuntutan
hati nuraninya.(pengertian secara umum);
3)
Seperangkat keyakinan dan sikap
pribadi seseorang tentang : kebenaran, keindahan, dan penghargaan terhadap
suatu pemikiran, obyek atau perilaku yang berorientasi pada tindakan dan memberikan
arah serta makna bagi kehidupan seseorang (Simon, 1973)
4)
Keyakinan seseorang tentang sesuatu
yang berharga, kebenaran atau keyakinan mengenai ide-ide, objek atau perilaku
khusus (Czimowski,1974)
5) Pilihan
bebas, keyakinan atau sifat yang menetap mengenai penghargaan terhadap sesuatu
: pribadi, benda, ide, atau tindakan. (Barbara Kozier, Glenora Erb, Kathleen
Blais.P.87)
Setiap perawat memiliki nilai dan perilaku pribadi
masing-masing.Kode etik profesi membawa perubahan perilaku personal kepada
perilaku professional dan menjadi pedoman bagi tanggungjawab perorangan sebagai
anggota profesi dan tanggungjawab sebagai warga Negara. Tanggungjawab
professional berdasarkan anggapan bahwa profesi keperawatan bekerja sama dengan
kelompok asuhan kesehatan (kelompok asuhan yang di maksud adalah profesi
dokter, ahligizi, tenaga farmasi, tenaga laboratorium, kesehatan
lingkungan,dsb) untuk meningkatkan kesehatan, mengurangi penderitaan, dan
menemukan pencapaian tujuan berdasarkan kebutuhan manusiawi. Setiap perawat harus
bertanggungjawab kepada seseorang yang sakit maupun sehat, keluarganya, dan
masyarakat.
Tanggungjawab ini memerlukan pelaksanaan etika yang
berkaitan dengan peraturan yang relevan dengan keperawatan. Tanggungjawab ini
antara lain:
1. Perawat
melaksanakan pelayanan dengan menghargai derajat manusia, tidak membedakan
kebangsaan.
2.
Perawat melindungi hak pasien/klien,
kerahasiaan pasien, melibatkan diri hanya terhadap hal yang relevan dengan
askep.
3.
Perawat mempertahankan kompetensinya
dalam praktik keperawatan, mengenal dan menerima tanggungjawab untuk kegiatan
dan keputusan yang akan di ambil.
4.
Perawat melindungi pasien/klien bila
keperawatan dan keselamatannya diganggu oleh orang-orang yang tidak berwenang,
tidak etis, atau tidak legal.
5.
Perawat mempertimbangkan orang lain
dengan kriteria tertentu apabila akan mendelegasikan tugas atau menunjuk
seseorang untuk melakukan kegiatan keperawatan.
6.
Perawat berpartisipasi dalam
kegiatan riset bila hak individu yang menjadi subjek dilindungi.
7.
Perawat berpartisipasi dalam usaha
profesi untuk meningkatkan standar taktik dan pendidikan keperawatan.
8.
Perawat bertindak melalui organisasi
profesi, berperan serta dalam mengadakan dan mempertahankan kondisi pekerjaan
yang memungkinkan kualitas asuhan keperawatan yang tinggi.
9.
Perawat bekerjasama dengan anggota
profesi kesehatan dan orang lain dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat.
10. Perawat
menolak tawaran untuk subjek advertensi atau promosi komersial.
Kode etik keperawatan ditanamkan kepada para perawat
sejak dalam pendidikan keperawatan.Sekolah keperawatan bertanggung jawab atas
pemilihan calon-calon perawat yang mampu melaksanakan kode etik. Tanggung jawab
lain sekolah keperawatan adalah membuatkondisi yang memungkinkan bagi peserta
didik untuk mengaplikasikan kode etik. Pengajar dan staf sekolah membantu
peserta didik untuk mengetahui perilaku yang dapat diterima dan dikembangkan
sebagai perilaku perawat.
B. Cara
Pembentukan/ Pembelajaran Nilai.
1)
Memberi contoh/ teladan tingkah laku
yang dapat diterima orang lain.
2)
Meyakinkan dengan membujuk atau
memberi motivasi.
3)
Pendidikan budaya/ kultural dan
agama.
4)
Memberikan kesempatan atau memilih
secara bertanggung jawab.
5)
Menetapkan peraturan
6) Memberikan
ganjaran hal yang baik/ benar dan hukum untuk hal yang tidakbaik/ salah.
Ciri-ciri
nilai adalah sebagai berikut :
1) Nilai bersifat pribadi dan
berkembang dari pengalaman.
2) Nilai-nilai membentuk dasar
perilaku seseorang.
3) Nilai-nilai nyata dari seseorang
diperlihatkan melalui pola perilaku yangkonsisten.
4) Nilai-nilai menjadi kontrol
internal untuk perilaku seseorang.
5) Nilai-nilai mempunyai komponen
intelektual dan emosional.
Macam-Macam Nilai :
1)
Nilai Personal : adalah nilai-nilai
yang dimiliki oleh masing-masing individuyang merupakan internalisasi dari
beberapa atau semua nilai-nilai yangdipelajari dan diterima dari nilai-nilai
yang ada. Nilai-nilai tersebut dipelajari di rumah sejak kecil oleh anak-anak
serta berkembang sepanjang kehidupannya. Contoh :Kejujuran, Keterbukaan,
Kemandirian, Menghargai orang lain, Rasa humor, Waktu senggang, Teliti,
Perhatian, Religius, Cinta, Damai, Keindahan, Tanggung jawab.
2)
Nilai Sosial Budaya : adalah
nilai-nilai yang dimiliki dan diterima oleh sebagian terbesar masyarakat dan
berlaku dimasyarakat yang bersangkutan. Contoh :Kehidupan, hak-hak individu,
Otonomi, Kebebasan, Kekuasaan, Kesehatan,Kekayaan, Pendidikan, Kenyamanan,
Belas kasih, Keadilan, Kesopanan,Ramah.
3)
Nilai Profesional : adalah
nilai-nilai yang seharusnya dimiliki dan diterima oleh semua anggota profesi
yang bersangkutan. Contoh : untuk profesi keperawatan nilai yang
mendasar/pokok/utama adalah “Caring”. Kurtz dan Warry (1991) mengemukakan bahwa
“caring” dapat merupakan pengobatan/ penyembuhan.
Nilai profesional sering merupakan
cerminan dan pengembangan dari nilai-nilai personal. Perawat memperoleh
nilai-nilai profesional ketika ia bersosialisasi dalam keperawatan dari (kode
etik, pengalaman merawat, pendidik/pembimbing, dan sesama perawat). Secara
garis besar “Watson” mengemukakan empat nilai penting yang perludalam perawatan
yaitu :
1) Komitmen yang kuat terhadap
pelayanan.
2) Meyakini dan menghargai martabat
setiap pribadi.
3) Komitmen terhadap pendidikan.
4) Otonomi
6. Nilai-nilai Esensial Perawat
Profesional :
(Essensial Of college and University
Education For professional Nursing (1986), Washington DC. American Assosiation
Of College Of Nursing) mengemukakan nilai-nilai
profesional sebagai berikut:
1)
Aesthetics :
Menciptakan sesuatu yang indah/menarik yang dapat memuaskan dan menyenangkan
klien/orang lain.
Sikap/Kualitas
kepribadian : Appreciation : menghargai orang lain dengan keindahan/ hal-hal
yang menarik/menyenangkan.
Contoh :
Menyesuaikan lingkungan sehingga menyenangkan klien.
Sikap/Kualitas
kepribadian : Creativity : kreatifitas menciptakan suatu hal yang menarik/menyenangkan.
Contoh :
Menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan bagi diri sendiri dan bagi orang
lain.
2)
Altruism :
Kepedulian terhadap kesejahteraan atau keselamatan orang lain
Sikap/kualitas
pribadi : Caring : semangat untuk membantu/ menolong orang lain dengan penuh
kasih saying.
Contoh :
Memberikan perhatian penuh kepada klien saat mermberikan pelayanan keperawatan.
3)
Equality :
memperlakukan klien tanpa diskriminasi (sama hak, sama kehormatan ataupun tidak
membedakan status individu).
Sikap/ kualitas
pribadi : Acceptance : menerima orang lain apa adanya
Contoh :
Memberikan pelayanan keperawatan berdasarkan pada kebutuhan klien
tanpamempedulikan karakteristikindividu.
4)
Freedom : Kemampuan
dan kebebasan untuk melakukan pilihan
Sikap/kualitas
pribadi : Independence : memiliki kemandirian untuk memutuskan hal yang baik
untuk orang lain.
Contoh :
Mendukung diadakannya diskusi terbuka tentang masalah-masalah yang
kontroversial dalam profesi.
5)
Human Dignity :
menghormati/ menghargai martabat dan hak klien sebagaiindividu yang unik.
Sikap/kualitas
pribadi : Consideration : perhatian terhadap kebutuhan orang lain.
Contoh :
Melindungi hak individu untuk mendapatkan privasi.
Nilai etis yang mendasari praktek keperawatan tidak
selalu merupakan bagian dari sistem nilai personal perawat.Oleh karena itu
perawat perlu terus belajar untuk menjadi peka terhadap perasaan dan kebutuhan
pasien.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1.
Nilai Personal : adalah nilai-nilai
yang dimiliki oleh masing-masing individuyang merupakan internalisasi dari
beberapa atau semua nilai-nilai yangdipelajari dan diterima dari nilai-nilai
yang ada. Nilai-nilai tersebut dipelajari di rumah sejak kecil oleh anak-anak
serta berkembang sepanjang kehidupannya. Contoh :Kejujuran, Keterbukaan,
Kemandirian, Menghargai orang lain, Rasa humor, Waktu senggang, Teliti,
Perhatian, Religius, Cinta, Damai, Keindahan, Tanggung jawab.
2.
Nilai Sosial Budaya : adalah
nilai-nilai yang dimiliki dan diterima oleh sebagian terbesar masyarakat dan
berlaku dimasyarakat yang bersangkutan. Contoh :Kehidupan, hak-hak individu,
Otonomi, Kebebasan, Kekuasaan, Kesehatan,Kekayaan, Pendidikan, Kenyamanan,
Belas kasih, Keadilan, Kesopanan,Ramah.
3.
Nilai Profesional : adalah
nilai-nilai yang seharusnya dimiliki dan diterima oleh semua anggota profesi
yang bersangkutan. Contoh : untuk profesi keperawatan nilai yang
mendasar/pokok/utama adalah “Caring”. Kurtz dan Warry (1991) mengemukakan bahwa
“caring” dapat merupakan pengobatan/ penyembuhan.
4. Saran
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah yang
penulis buat sangat jauh dari kesempurnaan. Olehnya, Kritik dan saran yang
membangun sangat penulis harapkan, demi perbaikan untuk pembuatan kedepan.
DAFTAR PUSTAKA
http://ibnuferi.blogspot.com/2013/03/nilai-nilai-dan-hubungannya-dengan_117.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar