Kata Pengantar
Bissmillahir
Rahmair Rahiim
Puji
syukur Kehadirat Allah SWT., penulis dalam keadaan sehat dan pemikiran yang
terang, sehingga dalam tempo yang telah ditentukan, makalah “Etika
Keperawatan di Indonesia“,
dan semoga akan mendapatkan Rahmat dan Karunia-Nya.
Shalawat
dan Salam, penulis sampaikan, ucapkan, dan haturkan kepada junjungan terbesar,
Al-Mustafa, Rasulullah Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, para
pendahulunya, para keluarga, para sahabatnya, serta para pengikut yang
senantiasa mempelajari ajarannya dengan setia dan taat kepada hukum-hukum
Tuhan.
Penulis
menyadari sepenuhnya, bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak terdapat
kesalahan atas kekhilafan yang telah penulis perbuat. Maka dengan segenap
kerendahan hati, penulis mengharapkan banyak bantuan berupa kritik dan saran
agar demi kelancaran diskusi dan penemuan masalah berikut untuk kemudian
menjadi bahan acuan dalam pembuatan makalah berikutnya.
Demikianlah
apa yang dapat penulis sampaikan, semoga kita bersama dapat memetik ilmu dan
hikmahnya masing-masing, sehingga dapat berguna bagi kehidupan Dunia dan
Akhirat. Amin.
Tangan
Terkepal Maju Ke Muka
Wallahul
Muwaffieq Illaa Aquamit Tharieq
P e n u l i s
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar.................................................................................................................. i
DAFTAR
ISI....................................................................................................................... ii
BAB
I PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah................................................................................ 1
B.
Rumusan
Masalah.......................................................................................... 1
C.
Tujuan............................................................................................................ 1
BAB
II PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Etika............................................................................................. 2
B.
Definisi
Etika................................................................................................. 2
C.
Tipe-tipe
Etik................................................................................................. 3
D.
Teori
Etik....................................................................................................... 3
E.
Prinsip-prinsip
Etik........................................................................................ 4
F.
Kode
Etik Keperawatan di Indonesia............................................................ 5
BAB
III PENUTUP
A.
Kesimpulan.................................................................................................... 8
B.
Saran............................................................................................................... 8
DAFTAR
PUSTAKA......................................................................................................... 9
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Pada makalah
ini kami akan membahas tentang “Etika Keperawatan” . Etika merupakan peraturan
dan prinsip bagi perbuatan yang benar. Etika berhubungan dengan hal yang baik
dan hal yang tidak baik dan dengan kewajiban moral. Kebanyakan omaba seperti
kami banyak yang belum terlalu memahami tentang apa arti dari etika sebenarnya.
Oleh karena itu , kami akan berusaha sedikit menjelaskan tentang etika etika
dalam keperawatan itu sendiri .
B. Rumusan Masalah
1.
Pengertian
Etika
2.
Definisi
Etika
3.
Tipe-tipe
Etik
4.
Teori
Etik
5.
Prinsip-prinsip
Etik
6. Kode Etik Keperawatan di Indonesia
C. Tujuan
Dalam
pembuatan makalah ini kami berharap semoga makalah ini dapat
memberikan pengetahuan sedikit tentang etika keperawatan, dan dapat di
gunakan sebagai penunjang proses belajar mengajar khususnya untuk
mahasiswa jurusan keperawatan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Etika
Etika berasal
dari bahasa yunani, yaitu Ethos, yang menurut Araskar dan David
(1978) berarti ” kebiasaaan ”. ”model prilaku” atau standar yang
diharapkan dan kriteria tertentu untuk suatu tindakan. Penggunaan istilah etika
sekarang ini banyak diartikan sebagai motif atau dorongan yang mempengaruhi
prilaku. (Dra. Hj. Mimin Emi Suhaemi. 2002. 7) Etika adalah kode prilaku
yang memperlihatkan perbuatan yang baik bagi kelompok tertentu. Etika juga
merupakan peraturan dan prinsip bagi perbuatan yang benar. Etika berhubungan
dengan hal yang baik dan hal yang tidak baik dan dengan kewajiban moral. Etika
berhubungan dengan peraturan untuk perbuatan atau tidakan yang mempunyai
prinsip benar dan salah, serta prinsip moralitas karena etika mempunyai
tanggung jawab moral, menyimpang dari kode etik berarti tidak memiliki prilaku
yang baik dan tidak memiliki moral yang baik.
Etika bisa
diartikan juga sebagai, yang berhubungan dengan pertimbangan keputusan, benar
atau tidaknya suatu perbuatan karena tidak ada undang-undang atau peraturan
yang menegaskan hal yang harus dilakukan. Etika berbagai profesi digariskan
dalam kode etik yang bersumber dari martabat dan hak manusia ( yang memiliki
sikap menerima) dan kepercayaan dari profesi. Profesi menyusun kode etik
berdasarkan penghormatan atas nilai dan situasi individu yang dilayani.
B. Definisi
Etika
Etik merupakan
prinsip yang menyangkut benar dan salah, baik dan buruk dalam hubungan dengan
orang lain. Etik merupakan studi tentang perilaku, karakter dan motif yang baik
serta ditekankan pada penetapan apa yang baik dan berharga bagi semua orang. Secara
umum, terminologi etik dan moral adalah sama. Etik memiliki terminologi yang
berbeda dengan moral bila istilah etik mengarahkan terminologinya untuk
penyelidikan filosofis atau kajian tentang masalah atau dilema tertentu. Moral
mendeskripsikan perilaku aktual, kebiasaan dan kepercayaan sekelompok orang
atau kelompok tertentu.
D.
Tipe-Tipe Etik
a.
Bioetik
Bioetik merupakan studi filosofi yang mempelajari tentang
kontroversi dalam etik, menyangkut masalah biologi dan pengobatan. Lebih
lanjut, bioetik difokuskan pada pertanyaan etik yang muncul tentang hubungan
antara ilmu kehidupan, bioteknologi, pengobatan, politik, hukum, dan theology. Pada
lingkup yang lebih sempit, bioetik merupakan evaluasi etik pada moralitas
treatment atau inovasi teknologi, dan waktu pelaksanaan pengobatan pada
manusia. Pada lingkup yang lebih luas, bioetik mengevaluasi pada semua tindakan
moral yang mungkin membantu atau bahkan membahayakan kemampuan organisme
terhadap perasaan takut dan nyeri, yang meliputi semua tindakan yang
berhubungan dengan pengobatan dan biologi.
b. Clinical
ethics/Etik klinik
Etik klinik
merupakan bagian dari bioetik yang lebih memperhatikan pada masalah etik selama
pemberian pelayanan pada klien. Contoh clinical ethics : adanya persetujuan
atau penolakan, dan bagaimana seseorang sebaiknya merespon permintaan medis
yang kurang bermanfaat (sia-sia).
c. ursing
ethics/Etik Perawatan
Bagian dari
bioetik, yang merupakan studi formal tentang isu etik dan dikembangkan dalam
tindakan keperawatan serta dianalisis untuk mendapatkan keputusan etik.
E. Teori Etik
a. Utilitarian
Kebenaran
atau kesalahan dari tindakan tergantung dari konsekwensi atau akibat tindakan.
Contoh : Mempertahankan kehamilan yang beresiko tinggi dapat menyebabkan hal
yang tidak menyenangkan, nyeri atau penderitaan pada semua hal yang terlibat,
tetapi pada dasarnya hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu
dan bayinya.
b. Deontologi
Pendekatan
deontologi berarti juga aturan atau prinsip. Prinsip-prinsip tersebut antara
lain autonomy, informed consent, alokasi sumber-sumber, dan euthanasia.
F. Prinsip-Prinsip
Etik
a.
Otonomi (Autonomy)
Prinsip
otonomi didasarkan pada keyakinan bahwa individu mampu berpikir logis dan mampu
membuat keputusan sendiri. Orang dewasa dianggap kompeten dan memiliki kekuatan
membuat sendiri, memilih dan memiliki berbagai keputusan atau pilihan yang
harus dihargai oleh orang lain. Prinsip otonomi merupakan bentuk respek
terhadap seseorang, atau dipandang sebagai persetujuan tidak memaksa dan
bertindak secara rasional.
b.
Berbuat baik (Beneficience)
Beneficience
berarti, hanya melakukan sesuatu yang baik.
c.
Keadilan (Justice)
Prinsip
keadilan dibutuhkan untuk terpai yang sama dan adil terhadap orang lain yang
menjunjung prinsip-prinsip moral, legal dan kemanusiaan.
d.
Tidak merugikan (Nonmaleficience)
Prinsip ini
berarti tidak menimbulkan bahaya/cedera fisik dan psikologis pada klien.
e.
Kejujuran (Veracity)
Prinsip
veracity berarti penuh dengan kebenaran. Nilai ini diperlukan oleh pemberi
pelayanan kesehatan untuk menyampaikan kebenaran pada setiap klien dan untuk
meyakinkan bahwa klien sangat mengerti.
f.
Menepati janji (Fidelity)
Prinsip
fidelity dibutuhkan individu untuk menghargai janji dan komitmennya terhadap
orang lain. Perawat setia pada komitmennya dan menepati janji serta menyimpan
rahasia klien. Ketaatan, kesetiaan, adalah kewajiban seseorang untuk mempertahankan
komitmen yang dibuatnya. Kesetiaan, menggambarkan kepatuhan perawat terhadap
kode etik yang menyatakan bahwa tanggung jawab dasar dari perawat adalah untuk
meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, memulihkan kesehatan dan
meminimalkan penderitaan.
g.
Karahasiaan (Confidentiality
Aturan dalam
prinsip kerahasiaan adalah informasi tentang klien harus dijaga privasi klien.
Segala sesuatu yang terdapat dalam dokumen catatan kesehatan klien hanya boleh
dibaca dalam rangka pengobatan klien. Tidak ada seorangpun dapat memperoleh
informasi tersebut kecuali jika diijinkan oleh klien dengan bukti persetujuan.
Diskusi tentang klien diluar area pelayanan, menyampaikan pada teman atau
keluarga tentang klien dengan tenaga kesehatan lain harus dihindari.
h.
Akuntabilitas (Accountability
Akuntabilitas
merupakan standar yang pasti bahwa tindakan seorang profesional dapat dinilai
dalam situasi yang tidak jelas atau tanpa terkecuali.
G. Kode Etik
Keperawatan Indonesia
Kode etik
adalah pernyataan standar profesional yang digunakan sebagai pedoman perilaku
dan menjadi kerangka kerja untuk membuat keputusan. Kode etik keperawtan
Indonesia :
a.
Perawat dan Klien
1)
Perawat dalam memberikan pelayanan
keperawatan menghargai harkat dan martabat manusia, keunikan klien dan tidak
terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan, kesukuan, warna kulit, umur, jenis
kelamin, aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial.
2)
Perawat dalam memberikan pelayanan
keperawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghormati
nilai-nilai budaya, adat istiadat dan kelangsungan hidup beragama klien.
3)
Tanggung jawab utama perawat adalah
kepada mereka yang membutuhkan asuhan keperawatan.
4)
Perawat wajib merahasiakan segala
sesuatu yang dikehendaki sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya
kecuali jika diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang
berlaku.
b.
Perawat dan praktek
1)
Perawat memlihara dan meningkatkan
kompetensi dibidang keperawatan melalui belajar terus-menerus.
2)
Perawat senantiasa memelihara mutu
pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran profesional yang
menerapkan pengetahuan serta ketrampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan
klien.
3)
Perawat dalam membuat keputusan
didasarkan pada informasi yang akurat dan mempertimbangkan kemampuan serta
kualifikasi seseorang bila melakukan konsultasi, menerima delegasi dan memberikan
delegasi kepada orang lain
4)
Perawat senantiasa menjunjung tinggi
nama baik profesi keperawatan dengan selalu menunjukkan perilaku profesional.
c.
Perawat dan masyarakat
Perawat
mengemban tanggung jawab bersama masyarakat untuk memprakarsai dan mendukung
berbagai kegiatan dalam memenuhi kebutuhan dan kesehatan masyarakat.
d.
Perawat dan teman sejawat
1)
Perawat senantiasa memelihara
hubungan baik dengan sesama perawat maupun dengan tenaga kesehatan lainnya, dan
dalam memelihara keserasian suasana lingkungan kerja maupun dalam mencapai
tujuan pelayanan kesehatan secara keseluruhan.
2)
Perawat bertindak melindungi klien
dari tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan secara tidak
kompeten, tidak etis dan ilegal.
e.
Perawat dan Profesi
1)
Perawat mempunyai peran utama dalam
menentukan standar pendidikan dan pelayanan keperawatan serta menerapkannya
dalam kegiatan pelayanan dan pendidikan keperawatan.
2)
Perawat berperan aktif dalam
berbagai kegiatan pengembangan profesi keperawatan.
3)
Perawat berpartisipasi aktif dalam
upaya profesi untuk membangun dan memelihara kondisi kerja yang kondusif demi
terwujudnya asuhan keperawatan yang bermutu tinggi.
BAB III
PENUTUPAN
A. Kesimpulan
Etika adalah
kode prilaku yang memperlihatkan perbuatan yang baik bagi kelompok tertentu Keperawatan
adalah pelayanan vital terhadap manusia yang menggunakan manusia juga, yaitu
perawat. Pelayanan ini berdasarkan kepercayaan bahwa perawat akan berbuat hal
yang benar, hal yang diperlukan, dan hal yang mnguntungkan pasien dan
kesehatannya. Oleh karena manusia dalam interaksi bertingkah laku berbeda-beda
maka diperlukan pedoman untuk mengarahkan bagaimana harus bertindak.
B. Saran
Kami
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena
itu kami meminta agar pembaca berkenan memberikan kritik dan saran demi
kesempurnaan dimasa mendatang . AMIN
DAFTAR
PUSTAKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar